Sabtu, 12 Maret 2011

BELAJAR DARI LUKMANUL HAKIM

Acara : IRMATA
Penyaji : Ustadzah Hj. Ida. Widaningsih , S.Ag
Tempat : SMPN 6 Garut
Waktu : Senin, 31 Januari 2011, 12.30 s.d selesai

“Hendaknya takut kepada orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap kesejarteraannya ( QS. An Nisa : 9 ) “

Ayat tersebut menyampaikan pesan yang sangat jelas kepada kita tentang kemungkinan terlahirnya generasi lemah ( dzuriyyat Dhaifan ). Adakah rasa takut ketika keturunan kita menjadi keturunan yang menyiksa batin kita?
Adakah rasa takut yang mnyelusup kedalam nurani ketika keturunan kita tidak berbuat apa-apa saat kita berbaring sakit, sedangkan ia hanya gapleh dan tidak mampu mendo’akan kita?
Renungkanlah cerita nyata yang pernah terjadi berikut ini :
Seorang ibu berbaring sakit karena stroke, ia dirawat di rumah sakit swasta di kamar rumah sakit itu hanya ada dua pasien, ibu yang terserang stroke, dan satunya seorang bapak yang yang penyakit diabetnya akut, salah seorang anak dari ibu yang stroke itu datang menjenguknya, ia merawat dan menjaganya hingga malam hari, untuk menghibur hati ibundanya, sang anak membacakan al qur’an, suaranya syahdu dan menggema ke seluruh ruangan.
Sang ibu merasa senang dan tenang hatinya, wajahnya sumringah, senyumnya mengembang, keyakinan hatinya tumbuh dan terpancar jelas dari wajahnya.
Tiba-tiba, ada seorang ibu yang mendekati anak yang sedang membaca al qur’an tadi, ia berkata lirih : “ nak ! ibu minta tolong supaya bacaan al qur’annya sedikit dikeraskan, suamiku yang sedang berbaring sakit ingin mendengarkannya.
Baik bu, kalau ibu dan bapak tidak merasa terganggu, saya akan membacakannya sedikit keras. Terima kasih nak, jawab si ibu tadi, oh.. iya maaf bu, apakah ibu tidak memiliki anak ? Tanya si anak pembaca al qur’an.
Sebelum menjawab mata si ibu meneteskan air mata, ia menangsi dan berkata : beberapa orang yang sedang duduk di luar itu adalah anak-anaku, jawabnya, sambil menunjuk kepada sekelompok anak muda yang sedang bermain gapleh.
Masya Allah ! sekelompok anak muda yang sedang asyik main gapleh sementara ayahnya sedang berjuang dengan penyakitnya! Menjadi contoh nyata bahwa anak sholeh pasti peduli kepada kedua orang tuanya. Anak sholeh tentu berbeda dengan anak atau generasi yang buruk.
Maka, datanglah sesudah mereka, generasi yang buruk yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya ( QS. Maryam : 59 )
Apa yang dinyatakan oleh Allah itu, belakangan ini semakin banyak jumlah generasi yang menjadi generasi buruk. Di sisi lain, Allah mengingatkan bahwa setiap anak bisa menjadi musuh bagi kedua orang tuanya, namun disisi lain, Allah swt juga memberi solusi praktis untuk mencegahnya dengan melindungi diri dan keluarga dari adzab neraka, caranya ? belajarlah pada konsep pendidikan yang dilakukan oleh Lukmanul Hakim !
Read More... BELAJAR DARI LUKMANUL HAKIM Read More..

Kamis, 10 Maret 2011

MENCEGAH GENERASI BURUK

Acara : IRMATA
Penyaji : Ustadzah Hj. Ida. Widaningsih , S.Ag
Tempat : SMPN 6 Garut
Waktu : Senin, 17 Januari 2011, 12.30 s.d selesai

Bagi orang yang masih memiliki nurani , perkembangan kemaksiatan dari hari ke hari yang dilakukan oleh para remaja, khususnya, belakang ini semakin memprihatinkan, dengan beragam bentuknya, kemaksiatan itu sudah semakin melewati batas normal. Kemaksiatan yang dalam bahasa agama menjadi bagian dari tindakan dosa itu member andil bagi berbagi musibah yang terjadi belakangan, mengapa ?
Allah swt sudah sangat sering member peringatan melalui firman-Nya bahwa Dia pasti menurunkan peringatan-Nya dalam bentuk musibah atau sesuatu yang tidak menyenangkan kepada Aa’bid, manusia pendosa. Sebaliknya, kedua tangan-Nya tetap selalu terbuka bagi para pendosa yang segera bertobat kepada-Nya.
Rasulullah saw bersabda : sesungguhnya Allah membentangkan tangan-Nya pada malam hari untuk menerima tobat para pelaku kesalahan pada siang hari, dan Dia membentangkan tangan-Nya pada siang hari untuk menerima tobat pelaku kesalahan pada malam hari sebelum matahri terbit dari arah barat.
Azab yang akan ditimpakan oleh-Nya tidak mengenal batas wilayah, etnis atau komunitas. Azab itu bisa mengenai siapapun, bahkan sekelompok orang yang dianggap taqwa sekalipun. Itulah sebabnya, Allah mengingatkan bahwa takutlah kepada fitnah atau azab yang tidak hanya menimpa orang-orang dzalim diantara kalian.
Peringatan “ takutlah” ini agar menunjukan agar mencari jalan untuk mencegah datangnya adzab itu. Dalam hal ini, setiap orang tua pun diajak, dihimbau dan diseur untuk melindungi diri dan keluarganya dari adzab dunia dan akhirat.
Pendidikan agama merupakan salah satu jalanya.
Read More... MENCEGAH GENERASI BURUK Read More..

Jumat, 24 Desember 2010

CINTA

Acara : IRMATA
Penyaji : Ustadzah Nurul , S.Ag
Tempat : SMPN 6 Garut
Waktu : 22 November 2010, 12.30 s.d selesai

Kisah cinta selalu diangkat dimanapun ,kapanpun, setiap waktu, setiap orang karena kisah cinta memang tak pernah ada habis-habisnya mulai dari kisah cintanya Nabi Adam dengan Siti Hawa, romeo dan Julia , zaenudin dan hayat,i hingga ariel peterpan dan luna maya.
Sebetulnya apa itu Cinta? Tak ada rumusan yang jelas tentang definisi cinta, bahkan pakar tatabahasapun berbeda-beda mendefinisikan kata cinta sesuai dengan versinya masing-masing.Mengapa begitu ? jawabanya karena perasaan cinta begitu unik, begitu halus hingga sulit didefinisikan dengan untaian kata-kata. Tapi yang jelas cinta hanya dapat dirasakan dalam emosi jiwa masing-masing orang.
Dampak dari cinta bisa baik bisa buruk.Ada orang yang melesat energy positipnya ketika berhadapan dengan cinta dan ada pula yang malah terpuruk karena beban cinta.Misalnya kasus seorang siswi Sekolah Menengah Atas sebut saja Bunga yang sedang mencintai kakak kelasnya yang bernama Andika.Orang tua Bunga begitu gelisah melihat perubahan drastis yang dialami putrinya itu.Bagaimana tidak, putrinya yang tadinya periang tiba-tiba jadi pendiam, kerjanya melamun saja dan banyak mengurung diri di kamarnya.Prestasinya menurun drastis, malas mengerjakan PR sekolah hingga berulang kali ia dihukum karena kelalaiannya.Dan yang lebih parah lagi ibadahnya jadi malas.Lain lagi cerita Melati siswi kelas dua SMA yang mencintai dan menjalin hubungan cinta dengan teman laki-lakinya yang merupakan aktivis remaja masjid di sekolahnya.Perubahan terjadi padanya , dari yang berpenampilan tomboy, bicara cuek ceplas-ceplos berubah menjadi anggun, berjilbab rapih dan bicaranya lebih teratur. Begitulah kisah cinta …………
Cerita cinta sebagaimana yang dikisahkan di atas adalah refleksi dari cinta syahwati yang merupakan fitrah yang diberikan oleh Allah SWT kepada seluruh makhluk-makhluknya terutama manusia. Sebagaimana dalam firman Allah SWT dalam Quran Surat Al. Imron ayat 14
“ Dijadikan indah dalam pandangan manusia kecintaan kepada apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak – anak, harta benda yang bertumpuk-tumpuk dalam bentuk emas, perak, kuda pilihan, hewan ternak dan sawah lading. Itulah kesenangan dunia dan di sisi Allahlah tempat kembali yang baik “
Jika melihat Ayat di atas maka wajarlah jika perasaan cinta syahwati ini muncul dan berkembang dalam diri seseorang. Tak perlu panik atau takut menghadapinya karena memang sudah fitrahnya hadir dalam jiwa seseorang dan kelak akan ditindaklanjuti dengan cinta menuju gerbang pernikahan yang lebih suci yaitu cinta suami istri.
Sebelum terikat pernikahan seseorang harus melihat rambu – rambu agama dalam menyiasati cinta syahwati ini agar tidak terjerumus dalam maksiat dan dosa. Rambu-rambunya adalah sebagai berikut :
1. Mencintai dengan sewajarnya
“ Cintailah kekasihmu sewajarnya karena boleh jadi suatu saat dia akan jadi musuhmu dan bencilah musuhmu sewajarnya karena boleh jadi suatu saat dia akan menjadi kekasihmu”. ( HR. At Tirmidzi )
2. Mencintai dan membenci karena Allah SWT.
Cintai perbuatan – perbuatan yang dicintai oleh Allah dan membenci perbuatan perbuatan yang dibenci oleh Allah SWT.
Ketika dua orang manusia berlawanan jenis saling mencintai maka jangan lepas dari aturan – aturan yang dibenarkan oleh syariat islam.
3. Menjaga Pandangan

‘ Katakanlah kepada laki – laki yang beriman , agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sungguh Allah maha Mengetahui apa yang mereka perbuat “

4. Tidak membicarakan hal – hal yang menjurus pada kemaksiatan.

“Tidak ada kebaikan dari banyak pembicaraan rahasia mereka, kecuali pembicaraan rahasia dari orang yang menyuruh orang bersedekah, atau berbuat kebaikan, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Barang siapa berbuat demikian karena mencari keridlaan Allah, maka kelak Kami akan memberinya pahala yang besar”.

5. Hindari Berkhalwat ( Berdua- duaan )
6. Hindari sentuhan Fisik

“ Sesungguhnya aku tidak pernah bersalaman dengan wanita bukan muhrimku “. ( HR. Bukhari )

Rasulullah SAW tidak pernah bersalaman dengan wanita yang bukan muhrimnya apalagi lebih dari itu. Kita sebagai umatnya patut mengambil uswah dari segala sikap dan perbuatan Rasulullah SAW.
7. Menjaga Auratnya masing – masing.

“ Wahai Nabi ! katakanlah kepada istri – istrimu, anak –anakmu dan istri – istri orang mu’min,hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka lebih mudah dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang”( QS. Al Ahzab : 59 )

Demikianlah rambu – rambu yang harus diperhatikan oleh seseorang yang sedang terkena wabah cinta antar lawan jenis.semoga dapat menjadi tausiah yang baik.
Read More... CINTA Read More..
Design by Abdul Munir Visit Original Post Islamic2 Template